Kamis, 06 Juni 2013

HUBUNGAN INTERPERSONAL



     A.     Pengertian
Menurut Pearson (1983) manusia adalah makhluk sosial, artinya sebagai makhluk sosial, kita tidak dapat menjalin hubungan sendiri, kita selalu menjalin hubungan dengan orang lain, mencoba untuk mengenali dan memahami kebutuhan satu sama lain, membentuk interaksi serta berusaha mempertahankan interaksi tersebut. Kita melakukan hubungan interpersonal ketika mencoba untuk berinteraksi dengan orang lain. Hubungan interpersonal adalah hubungan yang terdiri atas dua orang atau lebih yang memiliki ketergantungan satu sama lain dan menggunakan pola interaksi yang konsisten. Ketika akan menjalin hubungan interpersonal, akan terdapat suatu proses dan biasanya dimulai dengan interpersonal attraction.

    B.      Jenis – Jenis Hubungan Interpersonal
1.      Hubungan Interpersonal berdasarkan Jumlah Individu yang Terlibat
Hubungan interpersonal berdasarkan jumlah individu yang terlibat, dibagi menjadi 2, yaitu  hubungan diad dan hubungan triad. Hubungan diad merupakan hubungan atara dua individu. Kebanyakan hubungan kita dengan orang lain bersifat diadik. William Wilmot mengemukakan beberapa ciri khas hubungan diad, dimana setiap hubungan diad memiliki tujuan khusus, individu dalam hubungan diad menampilkan wajah yang berbeda dengan ‘wajah’ yang ditampilkannya dalam hubungan diad yang lain, dan pada hubungan diad berkembang pola komunikasi (termasuk pola berbahasa) yang unik/khas yang akan membedakan hubungan tersebut dengan hubungan diad yang lain. Sedangkan hubungan triad merupakanhubungan antara tiga orang. Hubungan triad ini memiliki ciri lebih kompleks, tingkatkeintiman/ kedekatan antara individu lebih rendah, dan keputusan yang diambil lebih didasarkan voting atau suara terbanyak (dalam hubungan diad, keputusan diambil melalui negosiasi).

2.      Hubungan Interpersonal berdasarkan Tujuan yang Ingin Dicapai 
Hubungan interpersonal berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, dibagi menjadi 2, yaitu hubungan tugas dan hubungan sosial. Hubungan tugas merupakan sebuah hubungan yang terbentuk karena tujuan menyelesaikan sesuatu yang tidak dapat dikerjakan oleh individu sendirian. Misalnya hubungan antara pasien dengan dokter, hubungan mahasiswa dalam kelompok untuk mengerjakan tugas, dan lain-lain. Sedangkan hubungan sosial merupakan hubungan yang tidak terbentuk dengan tujuan untuk menyelesaikan sesuatu. Hubungan ini terbentuk (baik secara personal dan sosial). Sebagai contoh adalah hubungan dua sahabat dekat, hubungan dua orang kenalan saat makan siang dan sebagainya.

3.   Hubungan Interpersonal berdasarkan Jangka Waktu
Hubungan interpersonal berdasarkan jangka waktu juga dibagi menjadi 2,yaitu hubungan jangka pendek dan hubungan jangka panjang. Hubungan jangka pendek merupakan hubungan yang hanya berlangsung sebentar. Misalnya hubungan antara dua orang yang saling menyapa ketika bertemu di jalan. Sedangkan hubungan jangka panjang berlangsung dalam waktu yang lama. Semakin lama suatu hubungan semakin banyak investasi yang ditanam didalamnya (misalnya berupa emosi atau perasaaan, materi, waktu, komitmen dan sebagainya). Dan karena investasi yang ditanam itu banyak maka semakin besar usaha kita untuk mempertahankannya.

4.   Hubungan Interpersonal yang Didasarkan atas Tingkat Kedalaman atau Keintiman
Hubungan interpersonal yang didasarkan atas tingkat kedalaman atau keintiman, yaitu hubungan biasa dan hubungan akrab atau intim. Hubungan biasa merupakan hubungan yang sama sekali tidak dalam atau impersonal atau ritual. Sedangkan hubungan akrab atau intim ditandai dengan penyingkapan diri (self-disclosure). Makin intim suatu hubungan, makin besar kemungkinan terjadinya penyingkapan diri tentang hal-hal yang sifatnya pribadi. Hubungan intim terkait dengan jangka waktu, dimana keintiman akan tumbuh pada jangka panjang. Karena itu hubungan intim akan cenderung dipertahankan karena investasi yang ditanamkan individu di dalamnya dalam jangka waktu yang lama telah banyak. Hubungan ini bersifat personal dan terbebas dari hal-hal yang ritual.

           Sujanto, Agus.1991. Psikologi Umum. Jakarta : Bumi Aksara.

     C.   Cara Memulai Hubungan
Dalam hal ini pembentukan kesan pertama sangatlah penting. Tak dapat dipungkiri bahwa ketertarikan fisik lah yang menjadi faktor utama seseorang timbul rasa ingin memulai suatu hubungan. Selain itu ada pula beberapa faktor yang mempengaruhi rasa ingin memulai hubungan interpersonal, di antaranya yaitu :
a.    Keakraban Jarak Jauh ( melalui media elektronik atau jejaring sosial )
b.    Kesamaan
c.    Kesamaan Opini dan kepribadian
d.   Kesamaan Gaya Interpersonal
e.    Kesamaan Minat dan Pengalaman
f.     Kesukaan Timbal Balik
g.    Standar Budaya
h.    Familiaritas
i.      Asumsi mengenai Orang yang Menarik.

     D.   Intimasi dan Hubungan Pribadi
  •    Intimasi ( kelekatan atau keakraban ) atau sering disebut juga sebagai   proximity, propinquity

          Orang yang mempunyai kesempatan paling sering kita jumpai adalah orang yang sangat mungkin menjadi sahabat kita atau kita cintai ( Berscheid & Reis, 1998 ). Semakin sering kita melihat dan berinteraksi dengan seseorang, semakin besar kemungkinan orang itu menjadi sahabat kita.
          Festinger dkk (1950) menunjukkan bahwa ketertarikan dan kedekatan hubungan tidak hanya tergantung pada fisik yang nyata, melainkan juga karena jarak fungsional. Jarak fungsional menunjuk pada aspek desain arsitektur yang memungkinkan beberapa orang bertemu lebih sering.
          Efek keakraban terjadi karena familiaritas. Semakin sering kita mengalami eksposur suatu stimulus, semakin besar kecenderungan kita untuk menyukainya.
  •   Hubungan Pribadi

Ada dua hal yang mengawali suatu hubungan pribadi, yaitu kondisi suka dan cinta. Hal ini berbeda menurut beberapa ahli psikologi seperti Rubin, menurutnya :
-            Kesukaan lebih didasarkan pada afeksi dan respek. Hal ini dikaitkan dengan kesepakatan tentang kualitas positif seorang teman dan kebutuhan untuk menjadi sama dengan teman tersebut.
-            Kecintaan  bersandar pada keintiman, kelekatan dan peduli terhadap kesejahteraan pihak lain.
Berawal dari hal – hal tersebut, terbentuklah suatu hubungan seperti relasi sosial dan pasangan hidup. Baik relasi jangka pendek maupun jangka panjang.

Sumber : Handout Psikologi Sosial II : Ketertarikan Interpersonal/MM. Nilam Widyarini


E.    Intimasi dan Pertumbuhan

      Apapun alasan untuk membina suatu hubungan, untuk bertumbuh dalam keintiman, yang terutama  adalah cinta. Keintiman tidak akan bertumbuh jika tidak ada cinta . Keintiman berarti proses menyatakan siapa kita sesungguhnya kepada orang lain. Keintiman adalah kebebasan menjadi diri sendiri. Keintiman berarti proses membuka topeng kita kepada pasangan kita. Bagaikan menguliti lapisan demi lapisan bawang, kita pun menunjukkan lapisan demi lapisan kehidupan kita secara utuh kepada pasangan kita.
 Keinginan setiap pasangan adalah menjadi intim. Kita ingin diterima, dihargai, dihormati, dianggap berharga oleh pasangan kita. Kita menginginkan hubungan kita menjadi tempat ternyaman bagi kita ketika kita berbeban. Tempat dimana belas kasihan dan dukungan ada didalamnya. Namun, respon alami kita adalah penolakan untuk bisa terbuka terhadap pasangan kita. Hal ini dapat disebabkan karena :
o  Kita tidak mengenal dan tidak menerima siapa diri kita secara utuh.
o  Kita tidak menyadari bahwa hubungan pacaran adalah persiapan memasuki pernikahan.
o  Kita tidak percaya pasangan kita sebagai orang yang dapat dipercaya untuk memegang rahasia.
o  Kita dibentuk menjadi orang yang berkepribadian tertutup.
o  Kita memulai pacaran bukan dengan cinta yang tulus.

gambar : 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar